Swarna Sarko

Membanggakan, Atlit Taekwondo Merangin Raih Tiket PON ke XX di Papua

IMG20191006165238

Tampak Altit Taekwondo Merangin Muhammad Wijaya Hamzah (Berklung Medali) bersama Pengkab Taekwondo Merangin, Foto: Himun Zuhri/swarnajambi.co.id. 

 

MERANGIN,swarnajambi.co.id – Salah satu atlit Taekwondo dari kabupaten Merangin Muhammad Wijaya Hamzah berhasil meraih tiket Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX yang akan digelar tahun 2020 mendatang di bumi Cendrawasih, Papua.

Remaja 16 tahun kelahiran Desa Kungkai ini berhasil meraih tiket ke level bergensi setelah ia mengikuti prakualifikasi PON yang digelar di Stadion Indoor Sport Center Karawaci, Kabupaten Tangerang, Banten. 27-29 September 2019 lalu.

Hamzah panggilan akrab mantan Siswa SMAN 1 Merangin ini tampil sebagai atlit termuda dari Delapan atlit Taekwondo yang dikirim mewakili provinsi Jambi guna mengikuti pra PON, Hamzah berhasil membawa pulang Medali Perunggu.

Hal ini seperti dikatakan Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Taekwondo Indonesia Kabupaten Merangin, Doni Fadila saat berbincang dengan awak media, Minggu (6/10/2019) bertempat di Kedai B-Cakap Kopi di bilangn eks KONI Bangko.

“Hamzah ketika praPON turun di kelas under 54 Kg putra, masuk di Zona A meliputi 12 provinsi, zona ini juga disebut zona neraka karena kualitas para atlitnya, seperti dari Jawa barat, Aceh, Riau, dan sebagainya,” ujar Doni didampingi wakil ketua Andi Irvan Rianza.

Untuk Hamzah sendiri kata Doni, saat
semifinal langsung berlaga dengan atlit dari Jawa Barat, karena di Taekwondo yang mendapatkan perunggu dua orang maka langsung diadu dengan sesama peraih Perunggu dari Provinsi Riau dan akhirnya anak Merangin ini menang.

IMG20191006171141

Hamzah saat menunjukkan medali yang diraihnya pada even Nasional

Memang kata Doni, Pengprov Taekwondo Jambi berhasil menyambet enam tiket PON tiga putra tiga putri, satu diantaranya ialah Hamzah, ia berhasil mencatat sejarah sebagai altit pertama dari Merangin yang berhasil ke PON. Meskipun umurnya saat ini belum sampai 17 tahun.

“Hamzah atlit termuda, syarat atlit ikut PON minimal 17 tahun dia 16 tahun, namun di 2020 nanti umurny genap 17 tahun,” tambah mantan Sekretaris Bappeda Merangin ini.

Soal prestasi Hamzah dijelaskan Doni telah berkali-kali ikut pertandingan dan meraih berbagai juara diantaranya kejuaraan Proprov Desember 2018 lalu, turun di kelas 63 Kg dengan raihan medali perunggu dan laga ini ia langsung berhadapan dengan atlit Pelatnas asal Bungo.

“Target utama kita sebenarnya bukan medalinya, tetapi jam terbang, makanya kita ikutkan di kelas 63 sehingga dapat perunggu, jika di kelas bawah, kita cukup yakin dengan kemampuan Hamzah, namun kita tetap bersyukur,” ujarnya.

Masih di bulan Desember itu juga, kata Doni atlit kebanggaan Merangin ini diikutkan kembali pada Kerjurnas Junior Taekwondo di GOR POPKI Cibubur. Hamzah turun dikelas under 51 Kg dan berhasil meraih medali perak, saat final melawan atlit asal kalimntan timur.

Hamzah sebelum diikutkan diberbagai pertandingan kejuaran Taekwondo baik di daerah maupun nasional, ia sudah tercatat sebagai atlit binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) dibawah naungan Dispora Provinsi Jambi.

“Hamzah pada pertengahan tahun 2017 kita utus seleksi di PPLP Jambi dan Alhmdulillah lulus, hingga sekarang ia dilatih disana, namun tetap tercatat sebagai atlit Merangin dibuktikan di Porprov ia membela tanah kelahirannya,” sambungnya.

Pada tahun ini saja dikatakan Doni, anak asuhnya akan mengikuti dua ajang kejuaran Nasional yakni Popnas pada November bulan depan di Jawa Barat dan Kejurnas PPLP yang direncanakan Desember akhir tahun ini.

“Untuk kejuaran yang akan diikuti ini, kami mohon doa semoga Hamzah meraih prestasi gemilang di Popnas dan Kejurnas PPLP, disamping itu doa dan support dalam menghadapi PON tahun depan selalu kita harapkan,” pinta Doni khususnya bagi warga Merangin dan Jambi umumnya.

Sementara itu, saat ditanya kendala yang ditemui Pengkab Taekwondo dalam hal membina atlit Merangin. Dan seperti apa perhatian pemerintah daerah terhadap atlit Taekwondo yang telah mengharumkan nama Merangin ini?.

Diakui Doni yakni keterbatasan pendanaan yang sudah pasti, terutama dalam hal pembinaan altit yang menurutnya secara materi belum pernah mengucur dari pemerintah daerah selama ia menjabat ketua Cabor satu ini.

“Bantuan ya ada, kita pernah dibantu matras 2017 lalu, soal dana pembinaan yang dialokasikan khusus belum ada, namun kita tak menyerah untuk meningkatkan prestasi atlit kita. Harapan tentu ada perhatian khusus bagi yang berprestasi seperti ini, supaya ada keterikatan secara emosional, agar bisa lahir Hamzah-Hamzah lain,” pungkasnya.

Reporter : Himun Zuhri
Editor      : Akhmad Ramadhan



1144 Views

Facebook

Copyright © 2015-2018. Swarnajambi.co.id, All Rights Reserved.

To Top