Swarna Sarko

Gelar Forum Konsultasi Publik, RSD Kol Abundjani Bantah Menomorduakan Pasien BPJS

IMG20190814112825

Suasana Forum Kolsultasi Publik RSD Kol. Abunjani, Rabu (14/8/2019).

Berman: “Jika tak ada pasien BPJS bisa kolaps rumah sakit ini”

MERANGIN,swarnajambi.co.id – Guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Rumah Sakit Daerah (RSD) Kol. Abundjani Bangko mengundang para tokoh masyarakat, perwakilan organisasi profesi hingga wartawan sebagai peserta pada Forum Konsultasi Publik. Rabu (14/8/2019).

Forum ini digelar guna menyerap secara langsung keluhan masyarakat serta menampung kritikan juga masukan yang selama ini dianggap menjadi persoalan dalam hal pelayanan kepada Masyarakat selama berobat di RSD Kol Abundjani Bangko.

Memang, dalam acara yang berlangsung diruang Rapat Lantai II RSD ini berbagai persoalan diurai satu persatu seperti pelayanan kepada pasien saat berobat, soal waktu dokter masuk ke ruang Poli yang dinilai lambat, soal pelayanan pasien BPJS, masalah parkir, ambulance hingga persoalan DAK yang tak terserap maksimal.

Dari berbagai persoalan yang diutarakan peserta forum tersebut, direktur RSD Kol. Abundjani Bangko, Berman Saragih juga tak menampik jika dirumah sakit banyak persoalan yang harus dibenahi, dan pihaknya berkomitmen untuk memperbaiki hal-hal yang menjadi keluhan Masyarakat.

“Saya berterima kasih, atas semua kritikan juga masukan untuk perbaikan bagi kami, makanya kami gelar forum komunikasi publik ini bahkan kita rencanakan berkelanjutan, dan ini sangat positif untuk kepentingan kita bersama,” kata Berman

Lebih lanjut kata Berman, kedepan sebagai pimpinan ia akan selalu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, bahkan dia meminta bagi pasien dan keluarga pasien yang merasa dilayani tak maksimal, kirimkan kritikan ke kotak saran jika perlu telepon langsung dirinya.

“Coba nanti jika ada yang tidak dilayani dengan baik, tolong catat namanya, laporkan ke kami, bisa melalui kotak saran juga telepon langsung saya. Soal dokter yang telat masuk poli, sudah pernah saya tegur itu, semoga kedepan disiplin waktu agar pasien tak lama menunggu,,” ujar Berman.

Menariknya, terkait pembahasan pelayanan pasien BPJS yang menurut laporan peserta forum bahwa pasien BPJS dalam pelayanan di RSD Kol. Abundjani selalu dinomorduakan. Hal ini dibantah secara tegas oleh Berman.

“Saya yang bantah itu, tidak pernah kami anggp pasien BPJS nomor dua, umum nomor satu, perlu diketahui 82 persen hingga 86 persen pendapatan RSD ini dari pasien BPJS, jika tak ada pasien BPJS bisa kolaps rumah sakit ini,” jelas Berman.

Memang diakui Berman, bahwa tahun 2019 hingga bulan Agustus ini pihak BPJS Kesehatan baru membayar klaim RSD Kol Abundjani baru sebatas bulan April.

Reporter : Himun Zuhri
Editor      : Akhmad Ramadhan



407 Views

Facebook

Copyright © 2015-2018. Swarnajambi.co.id, All Rights Reserved.

To Top