Swarna Sarko

Selain Beli Kursi, Siswa SMPN 4 Merangin Juga Pernah Iuran Beli Cat dan Kipas Angin

IMG20190813114715

Tampak SMPN 4 Merangin

MERANGIN,swarnjambi.co.id – Usut punya usut terkait ‘pungutan liar’ di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN 4) Merangin yang merupakan Sekolah Rujukan tingkat SMP di Merangin ternyata tak hanya soal iuran beli kursi namun lebih dari itu.

Hal ini terungkap dari pengakuan salah satu orang tua siswa saat bertutur kepada media ini. Menurutnya tak hanya iuran untuk kursi namun ia sebagai orang tua siswa juga pernah ikut dipungut iuran guna perbaikan meja yang rusak, pengecatan kelas dan pembelian kipas angin.

“Dulu minta ruangan di cat, meja dan kursi yang rusak minta diganti, juga beli kipas angin. Kenapa gak minta AC aja sekalian,” ungkapnya sembari minta namanya dirahasiakan agar tak berdampak pada nilai anaknya.

Baca Juga: SMPN 4 Merangin Sekolah Rujukan Beli Kursi Lewat Iuran Siswa, Kepsek: Berapo Kali Minta ke Diknas Haram nyu Magih

Menurut ibu rumah tangga ini, ketika itu ia dipungut iuran oleh pihak sekolah sebesar 75 ribu, diakuinya ia malah memberi lebih, iuran tersebut baginya tak masalah namun bagi yang tidak mampu hal ini menurutnya cukup memberatkan sebab ini sekolah negeri menurut banyak pihak lebih murah soal biaya karena dibebankan kepada pemerintah.

“Jadi kalo sekolah negeri bukannya lebih ringan hidup tapi malah banyak beban, kasihan sama orang yang ngak sanggup membayar nya, kalau saya gak masalah. Cuman saya heran aja kok bisa sekolah negeri minta-minta ke orang tua murid,” terangnya, Kamis (15/8/2019).

Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan soal baju seragam sekolah anaknya yang mana dibayar awal masuk sekolah secara cash, namun baju dibagikan setengah tahun berjalan. Karena penasaran ia mendatangi penjahit yang sudah ia kenal untuk mempertanyakan keterlambatan itu.

“Saya tanya emang kok bajunya ngak selesai-selesai?. Duitnya aja belum gimana mau selesai kata tukang jahit. Lho bukannya saya sudah bayar pas masuk daftar sekolah? Kata tukang jahit nunggu dana BOS bayarnya gitu kata pihak sekolah,” pungkasnya.

Dihubungi secara terpisah, kepala SMPN 4 Merangin Nurhidayati saat diminta tanggapan terkait penuturan salah satu orang tua siswa yang mengakui dipungut iuran untuk memperbaiki meja dan kursi yang rusak, pengecatan kelas juga pembelian kipas angin, namun ini dibantah Nurhidayati.

“Dak pernah ado iuran perbaikan kursi dan baju masih banyak yang belum bayar, baju putih la siap la dipakai anak dak lamo lagi menyusul yang lain untuk sekolah sudah kami cat,” ujar Ida panggilan akrab kepala SMPN 4 Merangin ini membantah melalui pesan WhatsApp.

Ditanya lagi soal pungutan pembelian cat dan kipas angin, Ida juga membantah dan meminta menanyakan langsung kepada wali kelas yang bersangkutan.

“Kalau yang ini tanyo ke wali kelas kareno ado yang kelas parenting orang tuo dengan wali kelas kerjo samo nyo,” tambahnya, namun saat ditanya besaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMPN 4 Merangin ia tak menjawab.

Reporter : Himun Zuhri
Editor      : Akhmad Ramadhan



1072 Views

Facebook

Copyright © 2015-2018. Swarnajambi.co.id, All Rights Reserved.

To Top