Swarna Sarko

Melebar, Pemilik Foto Undangan HUT Merangin Protes

 

IMG_20181223_205404MERANGIN,swarnajambi.co.id – Kisruh sampul undangan HUT Kabupaten Merangin ke-69 berbuntut panjang dan melebar. Setelah masyarakat yang memprotes, kini giliran yang punya foto yang memprotes.

Wahdi Septiawan sang pemilik foto mengatakan bahwa penggunaan foto sampul undangan tersebut adalah ilegal dan tanpa izin.

“Itu ilegal. Foto tersebut pernah dimuat secara resmi di halaman web ANTARA FOTO (tempat saya bekerja) pada 22 Juni 2014, harusnya izin dulu,” kata Wahdi Rabu (26/12/2018).

Atas pengambilan karya foto dirinya pada undangan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Merangin sebagaimana diberitakan pada beberapa media online beberapa hari lalu, dirinya nendesak pihak terkait mengusut tuntas pihak yang melakukan pengambilan atas karya tersebut.

Katanya, yang bersangkutan harus mengungkapkannya kepada publik dan utamanya kepada dirinya atas motif pihak tersebut melakukan pengambilan karya.

IMG-20181226-WA0000

“Saya juga mendesak pihak terkait berkomitmen untuk tidak mengulangi kesalahan kedua dan apabila diulangi di kemudian hari bersiap menanggung konsekuensi hukum atas pengambilan karya tanpa izin tersebut,” katanya.

Foto tersebut kemungkinan diambil dari mesin pencari google. Pada foto yang asli, terlihat betul ada garis air yang bertuliskan antara foto. Namun pada surat undangan tersebut garis air tersebut sudah dihilangkan. Bahkan foto yang dimuat diundangkan tersebut sudah berubah posisi, dari kiri ditarik kekanan.

Atas karya yang telah terlanjur dibagikan dalam undangan tersebut, secara pribadi dirinya memaafkan, namun mendesak pihak terkait memberikan pemahaman soal hal-hal terkait hak cipta kepada instansi ataupun petugas di bawahnya untuk mengantisipasi terulangnya kejadian serupa dan sekaligus bagian dari tanggung jawab penyelenggara negara memberikan pencerdasan atas penggunaan hak cipta orang lain tersebut di ruang publik.

“Saya minta agar pihak terkait benar-benar melakukan cek dan ricek atas karya cipta apapapun yang akan digunakan untuk memastikan bahwa penggunaan hak cipta tersebut di kemudian hari sudah sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Untuk diketahui, beground surat undangan pada Paripurna Istimewa HUT Kabupaten Merangin terus disorot. Termasuk warga net dimedia sosial.

Berbagai kecaman terus mengalir, mulai dari mempermasalahkan panitianya, hingga mempermasalahkan percetakannya.

Pada surat undangan tersebut, terpampang jelas gambar objek wisata Danau Gunung Tujuh yang terletak di kecamatan gunung tujuh Kabupaten Kerinci. Namun pada teks foto, disana tertulis Danau Depati Empat yang berada di Kecamatan Jangkat.

Kejadian ini bukan terjadi satu kali ini saja, informasinya, pada ivent sebelumnya juga pernah terjadi kesalah serupa, dimana panita juga “mencomot” foto objek wisata kabupaten tetangga, sementara objek wisata kabupaten Merangin sendiri tidak ditampilkan.

“Apo guno Merangin kaya dengan objek wisata tapi foto undangan maling foto objek wisata orang lain,” kata Andi warga Bangko.

Menurut dia, kesalahan ini telak dari pihak panitia, pasalnya tidak mungkin orang percetakan langsung mencetak tanpa memperlihatkan hasil sementara.

“Bikin undangan pernikahan saja kita harus teliti. Orang percetakan nanya, ini sudah betul belum, ini tulisannya gimana. Fotonya yang mana. Masak undangan HUT yang kabarnya ribuan dan menelan dan puluhan juta itu tidak diperhatikan dengan jeli,” imbuhnya.

Reporter : Himun Zuhri

Editor      : Akhmad Ramadhan



944 Views

Facebook

Copyright © 2015-2018. Swarnajambi.co.id, All Rights Reserved.

To Top