Tanggal :22 February, 2020

Kades Pelangki Plin-Plan, F-BPM: Azwar Ibarat Anak Kecil yang Dibujuk, Dikasih Permen “Cap Takut”

IMG_20191002_212415

Kiri: Koordinator F-BPM, Masroni. Kanan, Azwar (Kades Pelangki), Tengah: Sapwan, S.STP (Camat Batang Masumai)

MERANGIN,swarnajambi.co.id – Pernyataan Kades Pelangki Kecamatan Batang Masumai Azwar Amin yang menyebut uang sebesar 35 juta melalui perantara Camat Sapwan diantar ke Kejari Merangin melalui media massa telah berubah dan dibantah sendiri olehnya, terkesan plin plan.

Bantahkan tersebut diutarakan Azwar dihadapan awak media dan Kajari Merangin saat pihak Kejari menggelar Konferensi Pers diruang Aula lantai 2 kantor Kejari Merangin pada Rabu (2/9/2019). Azwar mengaku ketika mengucapkan kata-kata itu dalam kondisi tidak fit.

Baca Juga: Pernah Sebut 35 Juta Diambil Kejari, Kades Pelangki: Maaf, Waktu Itu Kondisi Kurang Fit

Baca Juga: Azwar dan Sapwan Bantah Soal 35 Juta, Wartawan ke Kajari: Apakah Bapak Menerima

Atas kondisi demikian mengundang komentar tajam dari koordinator Forum – Bersama Peduli Merangin (F-BPM) Masroni. Ia mengatakan bahwa Kades Pelangki tidak “Gentle” bahkan Masroni ibatkan seperti anak kecil yang bisa dibujuk dengan permen.

“Kades Pelangki ngak gentel, Azwar ibarat anak kecil yang sedang menangis setelah dibujuk lalu dikasih permen ‘cap takut’, dan akhirnya ia merubah pernyataan nya sendri,” kecam Masroni atas sikap kades yang berubah tersebut.

Bahkan, Masroni mengistilahkan tak mungkin ada asap tetapi tak ada api dalam persoalan yang cukup menyita perhatian publik ini. Hal seperti ini sambungnya berdampak kepada penegakah hukum kasus korupsi di Merangin yang terancam tak ada lagi.

“Sudahlah Kejari dan Azwar, tak ada asap tentu tak ada api. F-BPM meyakini ini membuat penegakan kasus korupsi di Merangin nyaris tak akan ada lagi, kontrol sosial kita jadi lemah. Segera akhiri konspirasi mu,” pinta Masroni tegas.

Lebih lanjut kata Masroni, sesuatu yang tidak benar meski dilakukan sesuai prosedur tetap saja merupakan pelanggaran hukum. Lalu Ia minta pihak Kejari mengaku jika menerima namun jika tidak laporkan balik kades tersebut.

“Kita minta Kejari Merangin ngaku, jika tidak ya mbok lapor balik saja si Azwar, biar diproses secara hukum agar kasus ini terang supaya dibuktikan di pengadilan,” pungkas aktivis yang getol mengkritisi kinerja Kajari Merangin ini.

Reporter : Himun Zuhri
Editor : Akhmad Ramadhan

Share